Jakarta, MacaPati.com – PT Gendis Multi Manis (GMM) menegaskan komitmennya untuk mengawal kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Blora pada musim giling 2026. Meski operasional pabrik sedang dalam tahap revitalisasi teknis, PT GMM menjamin hasil panen petani akan tetap terserap secara optimal melalui skema kemitraan strategis.
Sebagai bentuk transparansi, PT GMM mengonfirmasi bahwa kondisi mesin saat ini belum memungkinkan untuk melakukan proses penggilingan mandiri. Perum BULOG, selaku pemegang saham mayoritas, telah mengajukan hasil kajian perbaikan mesin kepada Pemerintah untuk mendapatkan persetujuan regulator.
“Kami tidak akan membiarkan tebu petani telantar. BULOG dan PT GMM berkomitmen memfasilitasi penyerapan tebu ke pabrik gula mitra yang beroperasi dengan harga yang wajar,” ujar Plt. Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia, dalam keterangan resminya (14/4).
Langkah Konkret Melalui Forum Temu Kemitraan
Untuk memastikan operasional di lapangan berjalan mulus, PT GMM akan segera menggelar Forum Temu Kemitraan (FTK). Forum ini akan menjadi wadah bagi manajemen dan petani untuk menyepakati mekanisme pengalihan tebu secara mendetail.
Beberapa poin utama yang akan dibahas dalam FTK mendatang meliputi:
- Mekanisme Pengalihan: Teknis pengiriman tebu ke pabrik gula mitra.
- Stabilitas Harga: Memastikan harga beli tetap kompetitif dan tidak merugikan petani.
- Kepastian Operasional: Jadwal angkut yang jelas untuk menghindari kerusakan kualitas tebu pasca-panen.
Sri Emilia menambahkan bahwa FTK tidak hanya menjadi ruang komunikasi, tetapi harus menghasilkan langkah konkret yang langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh petani di lapangan.
“Kami berharap situasi yang sudah kondusif di Blora tetap terjaga. Prioritas utama kami adalah memastikan keberlangsungan ekonomi petani tebu tetap terjaga meskipun ada kendala teknis di pabrik,” tutupnya. (*)






