Seru! Siswa SMK Diajak Bulog Pati Belajar Langsung Proses Beras di Gudang

PATI – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Pati terus mendorong literasi rantai pangan bagi generasi muda melalui program eduwisata. Upaya ini diwujudkan lewat kunjungan edukatif 23 siswa kelas X Agribisnis dan Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMKN Jawa Tengah ke Gudang Bulog Sokokulon, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jumat (24/4/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung jajaran manajemen Bulog Cabang Pati. Para siswa diajak mengenal secara langsung proses pengolahan hingga penyimpanan beras, sekaligus memahami rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir.

Pemimpin Cabang Bulog Pati, Ashville Nusa Panata, menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk edukasi publik, khususnya bagi pelajar.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang peran Bulog dalam menyerap gabah dan beras, serta menjaga ketersediaan pangan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, pelajar menjadi sasaran penting karena rentan terhadap misinformasi terkait kondisi pangan nasional. Melalui edukasi langsung, diharapkan mereka memiliki pemahaman yang utuh dan berbasis fakta.

“Stok beras nasional saat ini sekitar 5 juta ton. Sementara di wilayah Karesidenan Pati mencapai 56.000 ton. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan beras,” jelasnya.

Bulog Cabang Pati sendiri membawahi lima wilayah, yakni Kabupaten Pati, Jepara, Kudus, Rembang, dan Blora.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperlihatkan berbagai tahapan pengelolaan pangan, mulai dari penerimaan gabah kering panen, proses pengolahan menjadi beras, hingga teknik penyimpanan di gudang. Materi disampaikan oleh Asisten Manajer Pengadaan, Made Aryati Utami, serta Asisten Manajer Operasional dan Pelayanan Publik, F. Sitoresmi Purbosari.

Antusiasme siswa terlihat tinggi. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi selama sesi berlangsung.

Pihak SMKN Jawa Tengah pun mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan dunia industri.

“Eduwisata ini sangat bermanfaat sebagai media edukasi dan sharing informasi terkait pengelolaan pangan secara langsung,” ujar Umi Safiatun Nikmah, guru jurusan APHP.

Selain sesi materi, siswa juga diajak berkeliling gudang untuk melihat langsung penyimpanan cadangan beras pemerintah serta program penyaluran beras oleh Bulog.

Salah satu siswa, Maulida, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kunjungan tersebut.

“Saya jadi tahu cara merawat dan menata beras dengan baik. Terima kasih Bulog, semoga terus berkembang dan selalu membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Program eduwisata ini menjadi langkah awal Bulog dalam memperkenalkan sektor pangan kepada generasi muda. Ke depan, program serupa berpotensi diperluas sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan di bidang agribisnis dan ketahanan pangan. (*)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *